Posts

Showing posts from January, 2022

Jalan Menggapai Mimpi

       Teringat akan kisah yang dituturkan oleh seorang guru yang sangat dicintai. Ketika aku menghadiri sebuah pengajian bersama teman-teman. Kisah ini kudengar saat masih duduk di bangku SMA. Namun masih bisa diambil pelajaran walaupun kini aku sudah menjadi ibu rumah angga. Inilah sebuah kisah yang memang fiktif tapi dapat diambil pelajaran berharga darinya.  Sebuah cerita tentang perabot rumah. Dengan bahan yang sama yaitu tanah. Kemudian menempati kediaman yang jauh berbeda ketika telah menjadi suatu benda.  Cerita ini bermula dari percakapan antara genteng dan guci. Genteng berkata, "hai guci kau beruntung sekali aku ingin menjadi seperti dirimu yang indah." Sang guci pun menjawab,"memangnya kenapa? kau juga bermanfaat." Genteng pun mengemukakan alasannya ingin seperti guci. "kau disimpan di sebuah kotak kaca yang mewah, berada di tempat mewah. Kau dijaga dengan baik, dan hanya orang-orang pilihanlah yang dapat bertemu denganmu. Sedangkan aku, saat te...

Say Ibu Rumah Tangga dan Saya Bangga

      Meniti hari-hari penuh melodi. Menatap pagi yang penuh arti. Panorama pagi diiringi nyanyian kecil. Berlari kesana-kemari, menjemput mimpi.  Panorama pagi takkan indah jika tak ada gelak tawa. Panorama pagi takkan berarti jika tak ada tangis-tangis  kecil.      Itulah secuil kisah yang saya lalui di pagi hari. Bersama 3 bocah laki-laki yang Allah titipkan di rahim ini, dan Allah titipkan untuk kami besarkan. Sebenarnya ada 4 orang, tapi si sulung yang sudah SMP, melajutkan pendidikan di pesantren.      Hari-hari seorang ibu memanglah berat jika tidak diringi keikhlasan hati. Tapi inilah perjuangan, demi mempersiapkan generasi penerus bangsa. Dari rumah ini ukiran-ukiran mimpi dibentuk. Dari rumah ini tekad kuat dibina. Dari rumah untuk dunia, pendidikan ini berawal. Jalan-jalan terjal yang dilalui akan berbuah manis di kemudian hari.       Saya ibu rumah tangga dan saya bangga menjalaninya. Mempersiapkan ge...

Berkarya dalam Rajutan

      Sebuah hobi yang tak luput oleh waktu tak lekang oleh zaman. Dilakukan sejak dulu oleh para wanita, tapi masih digemari hingga kini. Yap, itulah merajut. Setahu saya dari kecil ibu sudah senang merajut, keterampilan tangannya diajarkan oleh nenek secara turun temurun. Para wanita zaman dulu sudah senang merajut. Membuat karya untuk digunakan di rumah. Ada yang dipakai menjadi taplak meja, gordin, baju hangat atau tas cantik. Hingga kini, barang hasil rajutan masih banyak penggemarnya lho. Tentu semakin hari semakin beraneka ragam inovasi yang membuat rajutan makin terlihat cantik.        Ada 2 jenis teknik merajut yang sangat populer yaitu merajut dengan satu jarum atau yang biasa disebut hakpen. Teknik ini dikenal dengan istilah "crochet". Kemudian ada yang menggunakan 2 jarum yang disebut knitting. Keduanya menghasilkan karya dengan keunikan masing-masing.       Nah, di kalangan ibu rumah tangga aktivitas merajut bisa menjadi keg...

Pantai Sayang Heulang Garut, Indah Nan Memikat

Image
           Awal januari lalu liburan dimanfaatkan dengan bertamasya ke laut selatan Garut tepatnya pantai Sayang Heulang. Jarak yang ditempuh menggunakan mobil pribadi dari kec.Cikajang-Garut selama kurang lebih 2,5 jam.Pergi berlibur bersama keluarga. Sekedar melepas penat dan menikmati keindahan alam Garut.         Baru naik mobil saja rasanya sudah terbayang keindahan alam yang akan dituju. Jika sudah ke pantai, selalu betah ingin terus memanjakan mata. Tapi ingat, jalan menuju kesana harus ditempuh dengan liku-liku tikungan tajam. Bagaikan "Ninja Hatori" yang mendaki gunung lewati lembah. Belok kiri lalu belok kanan entah berapa belokan yang ada. Jalan ini pasti bikin pusing untuk yang belum terbiasa. Apalagi membawa anak-anak, mereka berkali-kali muntah selama perjalanan. Jadi, jika ingin ke pantai harus siap dengan perbekalan dan obat-obatan seperti obat masuk angin dan minyak kayu putih.        Perjalanan ...

Menulis Bersama KLIP

  Januari 2022 adalah awal memasuki babak baru dalam kepenulisan. Saya senang menulis. Kegiatan ini biasanya dilakukan saat gundah gulana. Posting di medsos menjadi pilihan. Sekedar menulis bait-bait puisi untuk meluapkan isi hati atau sekedar bercerita. Tapi selama ini tak ada waktu khusus menulis yang berkesinambungan.       Kadang ingin meluapkan ide dalam tulisan tapi tak tahu harus dikirim kemana. Semenjak ikut Komunitas Ibu Profesional saya berkenalan dengan KLIP (Komunitas Literasi Ibu Profesional), hobi menulis menjadi tersalurkan. Yang menarik dari KLIP adalah programnya yang membuat konsistensi dan kontinuitas dalam menulis. Sehingga tulisan-tulisan kita yang berceceran dapat berpotensi menjadi sebuah buku. Ada juga Tema Tantangan Menulis yang isinya berkaitan erat dengan kehidupan sebagai ibu rumah tangga. Tentu ini akan memberikan manfaat besar bagi saya khususnya dan bagi para ibu yang membacanya.      Bergabung bersama KLIP juga memo...

Aliran Rasa di Festival Warga Komunitas Ibu Profesional

Image
      Akhir tahun 2021 ada pengalaman berharga yang saya dapatkan di Komunitas Ibu Profesional. Mengikuti festival warga 2, bersama para ibu yang sangat luar biasa. Dengan segudang pekerjaan domestik dan publik mereka dapat meluangkan sedikit waktunya untuk berkarya dalam rangkaian kegiatan yang ditugaskan di festival warga 2.        Kami membuat sebuah acara talkshow di youtube dengan tema "Kemilau Persembahan Cinta, Karya Ibu". Talkshownya mengusung subtema "Olah sampah jadi berkah".  Materi disajikan oleh 2 pemateri hebat. Satu dari luar negeri yaitu US tepatnya dari texas dan pemateri yang satunya lagi dari dalam negeri.       Para peserta mendapatkan materi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan rumah tangga dan lingkungan sekitar. Terdapat pula inspirasi mengolah sampah di dalam dan luar negeri. Ditambah lagi ada tips untuk membuat pengolahan sampah ini menjadi bisnis.       Tidak kalah menariknya dari ...

Perempuan, Betapa Berharganya Dirimu

         Betapa dulu perempuan dieksploitasi. Zaman yang menempatkannya menjadi makhkuk lemah dan terinjak-injak. Direndahkan dan dikhinati. Bahkan ada pula yang diperjual belikan. Itu terjadi sebelum datangnya islam pada zaman jahiliyah. Mereka, bayi-bayi perempuan harus kehilangan nyawa karena tidak diinginkan dan menjadi aib bagi keluarga.      Keadaan berbalik ketika islam datang membawa angin segar bagi peradaban umat manusia. Islam sangat memuliakan perempuan. Peran perempuan sangat dihormati dan dihargai. Terutama untuk para ibu. Ia memiliki derajat yang tinggi. Bahkan dalam al-qur'an dinyatakan tentang bagaimana seorang ibu mengandung, melahirkan hingga menyusui. وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaa...

Mendidik dengan keteladanan

     Sahabat, mari berpikir tentang apa yang akan dilakukan anak-anak ketika dewasa. Apa pula yang mereka cita-citakan. Melihat keseharian mereka, ternyata yang terlihat adalah sebuah cermin. Refleksi dari sesuatu yang dikerjakan selama ini.  Karakter yang melekat dalam diri anak adalah akumulasi dari tingkah laku yang kita ajarkan. Lebih dari itu, sering kali hal yang mereka lakukan adalah tiruan dari apa-apa yang dilakukan kita sebagai orangtua nya.      Namun kadang kala tidak sadar ketika anak melakukan hal negatif, yang pertama disalahkan adalah anak. Padahal jika kita berpikir sejenak dan menjernihkan ingatan, hal yang disalahkan pada anak justru datang dari diri sendiri sebagai orangtua.      Setiap anak lahir dengan fitrahnya yang suci. Bagaikian kertas kosong yang putih. Ketika hadir di dunia, barulah ada titik-titik bahkan garis-garis yang menggambarkan dirinya. Maka buatlah pemandangan indah dalam bentangan kertas itu.  ...

Pengalaman Membaca

      Sedari kecil aku sangat senang membaca. Ketika ada program perpustakaan di SD aku melahap buku-buku mulai dari majalah anak sampai kisah Para Nabi. Ketertarikan itu dimulai ketika ada majalah anak “Si kuncung”. Melihat sampulnya saja sudah membuat hati riang. Begitupun ketika membaca cerita-cerita lucu di dalamnya.  Warna-warni majalah itu membuatku dan teman-teman kadang berebut mengambilnya di rak perpustakaan sekolah.       Rasa keingintahuan berkembang. Aku mulai membaca buku tanpa gambar. Nama “Muhammad SAW” tertulis indah di buku itu. Lembar demi lembar kubaca, tak terasa waktu dan banyak halaman yang telah terlipat. Rupanya tanpa gambar pun bacaan itu dapat menghangatkan hati. Tak hanya itu, guru kelasku juga selalu mengingatkan untuk senantiasa membaca buku, agar pintar dan pengetahuan bertambah. Kuingat saat guru kesayanganku merekomendasikan sebuah buku berjudul “ Tsunami” entah siapa pengarangnya. Yang jelas saat itu kami terhanyu...

Kuawali dengan Senyum dan Syukur

Langit sore mengantarkan sebuah harapan Rona membara mewakili semangatku melakukan sesuatu Hal besar yang akan menjadi tangga perbaikan hidup Dari tak bermakna menjadi bermakna dan semoga makin banyak manfaat Selama ini ku tulis sekenanya saja, saat risau dan gulana Tapi tidak kali ini Goresan tinta kecil rasanya tak elok jika hanya mengabarkan kegundahan Tangan ini, nafas ini akan menjadi saksi kelak Jika kesempatan telah datang, tak patut disia-siakan Dia menitipkan potensi yang tak terhitung sebagai nikmat Maka aku harus menggunakannya Tuk melesat secepat kilat Membelah ombak kegamangan Mengolah ukiran-ukiran kata bermakna Senyumku untuk keindahan makna dan rencana yang tak pernah terduga Syukurku hanya kupanjatkan pada-Mu Ya Allah Kunantikan tumpukan kertas dalam dalam kotak besar Bacalah karyaku, dan resapilah maknanya Mungkin akan menjadi cahaya ilmu yang menuntun Ketika kuisi kertas itu dengan beribu kebaikan  Tapi itulah hidup yang sementara Sampaikan kebaikan yang kau dapa...