Jalan Menggapai Mimpi

       Teringat akan kisah yang dituturkan oleh seorang guru yang sangat dicintai. Ketika aku menghadiri sebuah pengajian bersama teman-teman. Kisah ini kudengar saat masih duduk di bangku SMA. Namun masih bisa diambil pelajaran walaupun kini aku sudah menjadi ibu rumah angga. Inilah sebuah kisah yang memang fiktif tapi dapat diambil pelajaran berharga darinya. 

Sebuah cerita tentang perabot rumah. Dengan bahan yang sama yaitu tanah. Kemudian menempati kediaman yang jauh berbeda ketika telah menjadi suatu benda.  Cerita ini bermula dari percakapan antara genteng dan guci.


Genteng berkata, "hai guci kau beruntung sekali aku ingin menjadi seperti dirimu yang indah."

Sang guci pun menjawab,"memangnya kenapa? kau juga bermanfaat."

Genteng pun mengemukakan alasannya ingin seperti guci. "kau disimpan di sebuah kotak kaca yang mewah, berada di tempat mewah. Kau dijaga dengan baik, dan hanya orang-orang pilihanlah yang dapat bertemu denganmu.

Sedangkan aku, saat terik aku kepanasan, saat hujan aku basah kuyup. Padahal kita sama-sama dari tanah kan."

Lalu guci membeberkan rahasianya agar hingga ia dapat menjadi benda yang sangat indah. "Hai genteng aku jadi seperti ini karena melewati proses yang panjang dan menyakitkan. Aku ditempa, dipukul bahkan dibakar. Tapi proses itulah yang membuatku indah," ucap guci.


     Itulah hidup, ketika kita menginginkan tempat yang indah maka bersiaplah dengan ujian yang akan menimpa. Bukankah keindahan itu akan terlihat setelah melalui perjalanan panjang yang melelahkan bahkan batu kerikil menghalangi. Berbeda keadaannya jika hanya bermimpi tanpa mau berusaha dan tanpa melalui proses yang panjang. Tentu tak seindah yang diimpikan atau hanya akan menjadi angan kosong belaka. Sahabat jika kita punya impian yang indah, bersiaplah menjalani proses yang begitu melelahkan dan menyakitkan. Tapi setelah itu, kita akan mendapat kebahagiaan yang tiada tara. Itulah sedikit hikmah yang dapat diambil dari cerita genteng dan guci. Memang hanya sebuah rekaan, tapi ambillah manfaat dari kisah ini. 


Comments