Aliran Rasa di Festival Warga Komunitas Ibu Profesional



      Akhir tahun 2021 ada pengalaman berharga yang saya dapatkan di Komunitas Ibu Profesional. Mengikuti festival warga 2, bersama para ibu yang sangat luar biasa. Dengan segudang pekerjaan domestik dan publik mereka dapat meluangkan sedikit waktunya untuk berkarya dalam rangkaian kegiatan yang ditugaskan di festival warga 2. 

      Kami membuat sebuah acara talkshow di youtube dengan tema "Kemilau Persembahan Cinta, Karya Ibu". Talkshownya mengusung subtema "Olah sampah jadi berkah".  Materi disajikan oleh 2 pemateri hebat. Satu dari luar negeri yaitu US tepatnya dari texas dan pemateri yang satunya lagi dari dalam negeri. 

     Para peserta mendapatkan materi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan rumah tangga dan lingkungan sekitar. Terdapat pula inspirasi mengolah sampah di dalam dan luar negeri. Ditambah lagi ada tips untuk membuat pengolahan sampah ini menjadi bisnis. 

     Tidak kalah menariknya dari penampilan festival ini yaitu pengalaman kami dalam menyelenggarakan acara. Di balik layar pembuatannya sungguh mengaharu biru.

     Awalnya kurang mengerti dengan tugas yang diberikan. Tapi setelah berkoordinasi dengan teman yang lain, lama-lama jadi menikmati juga alur pembuatan acara ini. Saya berasal dari regional Garut memilih menjadi pemandu game bersama salah satu teman dari regional Tangerang Selatan. Dari situ kami jadi lebih akrab satu sama lain. Peran ini saya ambil karena belum begitu paham jika ditempatkan di media atau sebagai narasumber. Saya lebih senang cuap-cuap di depan layar daripada mengotak-atik video dan gambar. 

     Cerita senang dan sedih bercampur ketika itu. Mengikuti beberapa kali gladi sangat menyenangkan dan seru. Bersiap dengan cemas dan harap menanti hari "zoom meeting" tiba. Setengah jam sebelum zoom dimulai saya telah siap di depan laptop dengan dresscode hijab berwarna marun. Saya memasuki zoom sesuai arahan tim, masuk lebih awal dari peserta. 

     Kamera dibuka dan microphone dibuka. Acara dimulai beberapa menit, dan host mematikan kamera saya. Rasanya cukup deg-degan menanti penampilan ini. Tibalah pada sesi game saya telah siap menyapa peserta. Tapi, oh tidak! Kamera terkunci, suara saya pun tidak terdengar oleh peserta lain. Saya mencoba minta bantuan host untuk membuka kunciannya. Karena host yang tadi mematikan mic sudah terpental, tinggal pemain cadangan yang mengaturnya. Namun sayang kamera tetap terkunci. Sesi games berjalan dipandu oleh teman saya. 

      Sedih rasanya, tapi itu telah berlalu dan mungkin yang terbaik untuk saya. Teman-teman pun menghibur saya setelah acara selesai. Sungguh pengalaman yang berharga. Terimakasih banyak untuk teman-teman festival warga 2 yang telah memberi pelajaran berharga juga menjadi inspirasi bagi saya.


#ResumeFeswar 2

#festivalwarga

#orientasikampungkomunitas

#balaimainceria

#ibuprofesional2021

#komunitasibuprofesional

#kampungmain3

#semestakaryauntukindonesia

#salamberprestasi

#PrestAsyik


Comments