Say Ibu Rumah Tangga dan Saya Bangga
Meniti hari-hari penuh melodi. Menatap pagi yang penuh arti. Panorama pagi diiringi nyanyian kecil. Berlari kesana-kemari, menjemput mimpi.
Panorama pagi takkan indah jika tak ada gelak tawa. Panorama pagi takkan berarti jika tak ada tangis-tangis kecil.
Itulah secuil kisah yang saya lalui di pagi hari. Bersama 3 bocah laki-laki yang Allah titipkan di rahim ini, dan Allah titipkan untuk kami besarkan. Sebenarnya ada 4 orang, tapi si sulung yang sudah SMP, melajutkan pendidikan di pesantren.
Hari-hari seorang ibu memanglah berat jika tidak diringi keikhlasan hati. Tapi inilah perjuangan, demi mempersiapkan generasi penerus bangsa. Dari rumah ini ukiran-ukiran mimpi dibentuk. Dari rumah ini tekad kuat dibina. Dari rumah untuk dunia, pendidikan ini berawal. Jalan-jalan terjal yang dilalui akan berbuah manis di kemudian hari.
Saya ibu rumah tangga dan saya bangga menjalaninya. Mempersiapkan generasi emas bukanlah tanpa tantangan. Mendidik anak sesuai dengan keinginan diri menjumpai berbagai halangan. Misalnya saja ketika anak sudah mengenal gadget , mereka selalu ingin memainkannya tanpa mengenal waktu. Bukan main game, tapi sekedar menonton video saja. Cukup mengganggu jika terus menerus nonton. Mereka sampai lupa waktu, susah untuk diajak makan, susah diajak belajar pula.
Saya dan suami harus putar otak untuk menangani masalah ini. Begitu lumrahnya pemakaian gadget pada anak-anak di lingkungan kami, membuat anak sulit untuk dicegah. Tapi saya tetap bertekad untuk mengubah masalah ini menjadi sebuah tantangan yang harus dipecahkan. Kemudian saya mendapat ide brilian yang didapat ketika mengikuti webminar tentang "read aloud" atau membaca nyaring yang diselenggarakan oleh komunitas Ibu Profesional .Suatu tehnik bercerita yang sangat menyenangkan bagi anak. Ternyata hasilnya luarbiasa. Anak-anak menjadi senang dibacakan cerita. Hingga dapat mengurangi pemakaian gadget.
Apapun masalah yang menjadi hambatan dalam pendidikan anak akan dapat diatasi jika kita memiliki tekad yang kuat, usaha yang maksimal dan tentunya diiringi dengan do'a.
Comments
Post a Comment