Ibu Ceria , Anak Bahagia
Bahagia yang tiada tara seketika hadir saat melihat anak-anak kita tumbuh. Keceriaan , canda, dan tawa menghiasi seisi rumah. Tak peduli seberapa luas ataupun sempit rumah itu, dunia serasa lapang. Tapi hari-hari menjadi mendung ketika rumah tak diisi dengan keceriaan anak.
Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik. Harapan terbesar adalah mereka dapat menjadi orang yang shaleh dan shalehah. Bersama menjalani hari menuju ridho ilahi. Karena anak adalah titipan dari Allah swt, maka perlakukanlah mereka dengan sebaik-baiknya. Didik dengan kadih sayang dan arahkan mereka agar mengikuti jalan yang benar dan menjauhi sifat-sifat buruk.
Ingin menjadi yang terbaik untuk anak-anak namun ada saja tantangannya. Mulai dari mudah marah, jengkel , dan seabreg pekerjaan rumah yang tak pernah beres. Tapi ada solusi yang bisa dipraktekan orangtua terutama ibu. Ketika ibu bersyukur dengan karunia yang Allah berikan, maka apapun tantangan yang dihadapi akan terasa ringan.
Kelola emosi ibu agar dapat menularkannya pada anak. Ketika ibu memiliki emosi yang positif maka anak akan mengikuti. Buat pikiran ibu setenang dan senyaman mungkin. Hal itu tu bisa dilakukan ketika kita yakin bahwa kita bisa melaluinya.
Tarik nafas dalam-dalam dan do'akan mereka. Do'a adalah senjata ibu untuk membuat kebaikan . Yakinlah Allah menyertai niat mendidik keshalihan anak. Dekat dengan Sang Pencipta adalah kunci meraih kebahagiaan. Yang paling utama adalah mengenalkan anak pada Tuhannya.
Sebagaimana pesan Lukman kepada anaknya yang tertulis dalam al-qur'an :
وَلَقَدْ اٰتَيْنَا لُقْمٰنَ الْحِكْمَةَ اَنِ اشْكُرْ لِلّٰهِۗ وَمَنْ يَّشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji."
Q.S Luqman [31] : 12
وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِۗ اِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar."
Q.S Luqman [31] : 13
Comments
Post a Comment