Demam dan Bawang

 

     


      Penyakit yang sering terjadi baik pada anak-anak ataupun orang dewasa adalah demam. Ketika demam melanda bayi, banyak ibu yang suka panik. Apalagi jika menghadapi anak demam saat suami atau keluarga sedang tidak ada di rumah. Minta tolong ke tetangga adalah pilihan yang sering dilakukan. Apalagi ketika masih memiliki satu anak. Belum banyak tahu seputar penyakit yang menimpa bayi. 

     Bagi orang kampung seperti saya, ada alternatif cepat untuk mengatasi demam. Apalagi saya tinggal di pedesaan yang dikelilingi tetangga yang notabene masih kerabat dekat. Mereka senang membantu jika ada ibu yang bayinya demam. Rasanya seperti kedatangan penolong yang sangat baik hatinya saat anak merengek tak henti-henti . Tiba-tiba datanglah sang tetangga menggendong dan menenangkan bayi saya. 

      Cup cup cup, dia menggendongnya diiringi nyanyian. Diusapnya punggung bayi saya. Kelihatannya dede sedikit tenang dan saya pun agak lega. 

      Bibi yang memiliki 10 anak itu memang terkenal telaten mengurus bayi. Saya harus banyak belajar dari beliau. Tangis kecil kembali berbunyi karena dede bayi masih panas badannya. "Neng bawang merah ya, dihaluskan lalu campur dengan minyak "kaletik"!

     Minyak kaletik itu adalah nama sunda dari VCO (virgin coconut oil). Minyak yang wajib dimiliki oleh wanita hamil dan habis melahirkan di kampung kami.

    Saya segera mengikuti intruksi Bibi membuatkan ramuan bawang merah yang ia minta. Ramuan itupun diusapkan ke perut , punggung dan juga kaki sambil dipijat dengan lembut. Tangisnya reda ketika pijatan lembut Bibi mendarat di badannya. Alhamdulillah setelah diberi ramuan itu, malamnya dede tidur lelap dan suhu badannya turun. 

     Itulah salah satu hal yang bisa dilakukan di rumah dengan cepat sebelum pergi ke dokter. Warisan turun temurun dari nenek moyang. Walaupun tidur bau bawang tapi jika demam reda, ibupun bahagia.


Comments